Friday, December 25, 2015

Saturday, November 28, 2015

Kegiatan TPKU MAS NURUL IMAN Ulu Gedong Kota Jambi

Batik Jambi merupakan hasil karya seni yang diciptakan berdasarkan hasil imajinasi seseorang yang diambil dari flora dan fauna yang diaplikasikan pada kain mori yang dapat menghasilkan nilai jual.
batik jambi merupakan warisan budaya yang turun temurun yang harus dilestarikan.
Salah satu cara untuk melestarikan batik jambi yaitu dengan cara mengajarkan kepada generasi muda.
Batik jambi mutiyara berusaha melestarikan batik jambi dengan cara mengajarkan kepada siswa siswi madrasah aliyah nurul iman ulu gedong kota jambi. Dengan ada belajar membatik, para siswa akan tau akan keindahan batik jambi itu sendiri.




Tuesday, November 24, 2015

Filosofi Motif Durian Pecah



Buah Durian adalah jenis buah yang memiliki kekhasan baik dari tampilan kulitnya yang berduri, kelezatan rasa, dan aromanya yang harum.

Daerah jambi termasuk salah satu penghasil buah durian, yang jumlahnya melimpah  ruang pada musimnya tiba. keunikan, kelezatan dan nilai ekonomis buah durian menginspirasi pembuatan ragam hias Durian Pecah.

Ragam durian ini mengandung sebuah nasehat "Seindah apapun bentuk dan selezat apapun rasa, jika sudah pecah atau rusak apalah artinya". untuk itu hendaknya kita selalu ingat dan waspada serta mampu menjaga segala sesuatu yang sudah baik agar jangan sampai rusak.

Friday, November 6, 2015

Sejarah Batik Jambi


Pada masa penjajahan belanda, berita tentang batik jambi marak kembali dengan munculnya berbagai artikel yang ditulis oleh para penulis belanda , salah satunya adalah B.M. Goslings. Dalam artikelnya, Goslings menyatakan bahwa atas persetujuan Prof. Vam Eerde dia meminta Residen Jambi H.E.K. Ezermann untuk meneliti batik Jambi. Sekitar oktober 1928 datang tanggapan dari Ezermann, bahwa di Dusun tengah pada waktu itu memang sesungguhnya ada pengrajin seni batik dan menghasilkan karya yang indah. (B.M. Goslings, 1928, 141)
Berdasarkan itu pula sudah terlihat bahwa semenjak jaman kesultanan jambi, jaman penjajahan belanda, jepang bahkan sampai perang kemerdekaan, terdapat kerajinan batik di daerah jambi akan tetapi belum berproduksi secara massal.

Batik tulis jambi memiliki ciri khas yang unik dan eksotis. Baik dari segi warna maupun motifnya. Sebagian besar pewarna batik jambi diambil dari bahan-bahan alami, yaitu campuran dari aneka ragam kayu dan tumbuh-tumbuhan yang ada di jambi, seperti getah kayu lambato dan buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi dan kayu sepang. Selain itu, ada juga campuran dari dua jenis bahan yang tidak terdapat di jambi seperti biji pohon tinggi dan daun nila, yang biasanya didatangkan langsung dari Yogyakarta. 
Selain bahan pewarnanya, batik tulis jambi kaya dengna aneka motif dengan warna cerah sebagai simbol keceriaan dan keriangan masyarakat jambi. Tercatat lebih dari 31 motif batik tulis jambi yang masih dapat dijumpai, seperti candi muara jambi,
kaca piring, puncung rebung, angso duo bersayap mahkota, bulan sabit, pauh ( mangga ), Antlas ( Tanaman ), Awan Berarak, dan Riang-Riang.

BEBERAPA MOTIF BATIK JAMBI 

Sentra kerajinan batik ini terdapat di Kota seberang Jambi, yg rata-rata penduduknya merupakan warga Asli Jambi. Dan ini beberapa motif yang bisa kita jumpai disana...


 

 

 Tapi yg menjadi kebanggan Jambi dan diminati orang-orang luar Jambi adalah Motif Angso Duo ini
 
Motif Angso Duo sangat umum ditemukan dalam Batik Jambi. motif ini memiliki beberapa jenis, seperti angso duo beriringan, angso duo berhadapan dan sebagainya.
Motif Angso Duo terinspirasi dari legenda (sejarah) Kota Jambi yang hingga hari ini diabadikan gambarnya dalam lambang Provinsi Jambi.